1. Tentukan jenis tagihan
Pisahkan SPP bulanan dari uang kegiatan, seragam, daftar ulang, dan biaya lain agar laporan tetap mudah dibaca.
Tetapkan jenis tagihan, periode, tarif dasar, target siswa, jatuh tempo, dan aturan potongan terlebih dahulu. Dengan struktur yang jelas, pembayaran dan tunggakan bulan berikutnya lebih mudah dicocokkan.
Coba sendiri alurnya.Live Demo berisi siswa, tagihan, pembayaran, tunggakan, portal orang tua, dan laporan contoh.
Masuk tanpa daftar →Karena itu, tagihan perlu memiliki konteks periode dan target siswa yang jelas. Jangan hanya menyimpan nominal akhir tanpa tahu tarif dasar, potongan, atau alasan perbedaannya.
Pisahkan SPP bulanan dari uang kegiatan, seragam, daftar ulang, dan biaya lain agar laporan tetap mudah dibaca.
Setiap tagihan rutin perlu terhubung ke bulan atau periode yang jelas untuk mencegah penerbitan ganda.
Terbitkan massal ke kelas atau kelompok yang tepat, lalu gunakan tagihan individual untuk kasus khusus.
Jika sekolah memiliki kebijakan anak pegawai atau beasiswa, simpan potongan sebagai aturan terpisah dari pembayaran.
Lihat jumlah siswa, tarif, total tagihan, dan pengecualian sebelum menerbitkan tagihan secara massal.
Setelah tagihan aktif, pantau pembayaran, pembayaran sebagian, sisa tagihan, dan tunggakan tanpa membuat rekap terpisah.
Mulai dari siswa, terbitkan tagihan, catat pembayaran, buka kuitansi, cek portal orang tua, lalu lihat tunggakan.
Bisa. Tagihan rutin dapat diterbitkan secara massal kepada kelompok siswa yang ditentukan.
Gunakan potongan/beasiswa atau tagihan individual agar tarif dasar tidak perlu diubah untuk seluruh siswa.
Bisa. Status tagihan tetap menunjukkan sisa kewajiban sampai seluruh nilai bersih terbayar.
Lihat sendiri apakah alur SENOA cocok dengan cara kerja sekolah Anda.