1. Bersihkan master siswa
Pastikan setiap siswa memiliki identitas yang konsisten dan hindari duplikasi nama atau NIS sebelum import.
Migrasi yang aman bukan memindahkan semua file secepat mungkin. Mulai dari struktur siswa yang bersih, tentukan periode aktif, masukkan tagihan berjalan dan tunggakan yang masih relevan, lalu uji pada kelompok kecil sebelum sistem dipakai penuh.
Coba sendiri alurnya.Live Demo berisi siswa, tagihan, pembayaran, tunggakan, portal orang tua, dan laporan contoh.
Masuk tanpa daftar →Sebelum import, rapikan nama siswa, NIS, kelas, tahun ajaran, kontak orang tua, serta tentukan mana tunggakan yang masih harus dibawa. Data awal yang bersih membuat operasional bulan berikutnya jauh lebih mudah.
Pastikan setiap siswa memiliki identitas yang konsisten dan hindari duplikasi nama atau NIS sebelum import.
Pisahkan konteks data sekarang dari histori agar tagihan baru tidak bercampur dengan periode lama.
Mulai dari tagihan yang benar-benar sedang dipakai sekolah, misalnya SPP bulan aktif dan biaya wajib lain.
Masukkan sisa kewajiban lama yang masih harus ditagih tanpa menghapus periode asalnya.
Jalankan alur tagihan → pembayaran → kuitansi → portal pada sampel kecil sebelum membuka akses ke seluruh sekolah.
Setelah angka dan alur sesuai, lanjutkan import keseluruhan dan bagikan portal orang tua secara bertahap.
Mulai dari siswa, terbitkan tagihan, catat pembayaran, buka kuitansi, cek portal orang tua, lalu lihat tunggakan.
Tidak selalu. Prioritaskan data siswa aktif, tagihan berjalan, histori yang memang dibutuhkan, dan tunggakan yang masih relevan.
Ya. SENOA menyediakan alur import siswa agar setup awal tidak harus dilakukan satu per satu.
Tidak. Spreadsheet tetap berguna untuk kebutuhan tertentu; SENOA dipakai untuk alur yang membutuhkan status, histori, portal, dan verifikasi transaksi.
Lihat sendiri apakah alur SENOA cocok dengan cara kerja sekolah Anda.